• Remaja
  • Puisi Cinta
  • Cerpen Cinta
  • Cerita Lucu
  • Drama Korea
  • Info Teknologi
  • Kirim Cerpen
  • Kirim Puisi

Puisi.Gen22.Net

Kumpulan Puisi Anak Muda Indonesia

  • Puisi Cinta
  • Puisi Romantis
  • Puisi Sahabat
  • Puisi Patah Hati
  • Puisi Sedih
  • Puisi Ayah
Home » Puisi Romantis » Septian Abdiansyah » Kutipan Melodi Cinta

Kutipan Melodi Cinta

Kutipan Melodi Cinta
Puisi Karya Septian Abdiansyah

Salah satu bagian terindah dari hidup ini adalah
Ketika mengenal Cinta..
Cinta..
Ya cinta
Mulut membisu mendengar kata-kata yang sering menjadi buah bibir dikalangkan pujangga
Bahkan ketika pena bergerak..
Semuanya akan membisu

Tapi tidak, tanpa hati pena tidak akan bisa bergerak
Hati yang merah sebagai kesungguhan
Dan hati yang putih sebagai ketulusan

Ketika hati bicara suka dan cinta
Hati yang tenang akan bergejolak
Akal yang penuh dengan logika kini hilang berubah menjadi emosi

Rasa suka adalah rasa yang indah
Seperti mengunjungi taman bunga sakura
Mekar walaupun sesaat
Indah walaupun sesaat juga

Pertemuan itu, meskipun sesaat tapi selalu membekas di irama denyut nadiku
Meskipun terdengar samar-samar..
Wajahmu suaramu selalu ada meskipun terasa semu

Mimpi adalah media
Media yang indah untuk mengekspresikan kata cinta
Kenyataannya, kelu lidah ini mengungkapkan kata suka, karena aku tidak biasa mengucapkan kata yang mirip dengan kata cinta itu.

Cuma untuk kamu yang tercipta makhluk yang dikenal sebagai tulang rusuku
Sebuah tulisan sederhana ini aku rangkai, meskipun tidak bicara tapi juga tidak diam
Dengan pena hati dan media mimpi aku ungkapkan semua
Sebuah kata suka yang indah
Ditulis oleh Lukas Gentara, Friday, September 27, 2013 - Rating: 4.5
Judul : Kutipan Melodi Cinta
Deskripsi : Kutipan Melodi Cinta Puisi Karya Septian Abdiansyah Salah satu bagian terindah dari hidup ini adalah Ketika mengenal Cinta.. Cinta.. Y...

Bagikan ke

Facebook Google+ Twitter
Newer Post
Older Post
Home

Gabung Di Facebook

Puisi-Puisi Terbaru Tahun 2013

Puisi-Puisi Populer Tahun 2013

  • Aku Ingin Dia Tahu
  • Janji Selamanya
  • Puisi Doaku Untukmu Bunda oleh Umi Kulsum
  • MAAFKAN AKU
  • Puisi Mahrus Sholeh: Tertawan Dalam Penyesalan
  • Puisi: Untuk Langit
  • Puisi Penyesalan oleh Segaca Galuh

Penikmat Puisi

Puisi Alam (8) Puisi Ayah (11) Puisi Bahasa Inggris (2) Puisi Bosan (1) Puisi Cinta (42) Puisi Cinta Patah Hati (3) Puisi Cinta Pendek (1) Puisi Cinta Romantis (13) Puisi Cinta Sedih (17) Puisi Cinta Sejati (13) Puisi Curahan Hati (1) Puisi Doa (3) Puisi Galau (9) Puisi Gundah (1) Puisi Harapan (21) Puisi Hati (3) Puisi Ibu (23) Puisi Indah (6) Puisi Indonesia (3) Puisi Islami (13) Puisi Jatuh Cinta (12) Puisi Kebimbangan (2) Puisi Kecewa (6) Puisi Kehidupan (31) Puisi Kehilangan (6) Puisi Kenangan (25) Puisi Keren (1) Puisi Kesetiaan (2) Puisi Lucu (1) Puisi Luka (1) Puisi Malam (4) Puisi Mimpi (5) Puisi Motivasi (2) Puisi Musik (1) Puisi Pagi (1) Puisi Pahlawan (6) Puisi Pantai (2) Puisi Patah Hati (22) Puisi Penantian (14) Puisi Pendek (6) Puisi Pengorbanan (1) Puisi Penyesalan (4) Puisi Perasaan (2) Puisi Perjalanan (1) Puisi Perjuangan (2) Puisi Perpisahan (12) Puisi Persahabatan (15) Puisi Remaja (1) Puisi Renungan (3) Puisi Resah (3) Puisi Rindu (20) Puisi Romantis (15) Puisi Sahabat (7) Puisi Sakit Hati (11) Puisi Sedih (20) Puisi Sepi (10) Puisi Sore Hari (1) Puisi Suami Istri (1) Puisi Ulang Tahun (1) Puisi Wanita (2) Puisi untuk Kekasih (6)
Copyright © 2012 Puisi.Gen22.Net - All Rights Reserved | Versi Mobile
Design by Mas Sugeng - Powered by Blogger