• Remaja
  • Puisi Cinta
  • Cerpen Cinta
  • Cerita Lucu
  • Drama Korea
  • Info Teknologi
  • Kirim Cerpen
  • Kirim Puisi

Puisi.Gen22.Net

Kumpulan Puisi Anak Muda Indonesia

  • Puisi Cinta
  • Puisi Romantis
  • Puisi Sahabat
  • Puisi Patah Hati
  • Puisi Sedih
  • Puisi Ayah
Home » Puisi Islami » Puisi-Puisi Ramadhan al Fatih

Puisi-Puisi Ramadhan al Fatih

Puisi-Puisi Ramadhan al Fatih
"CINTA NASEHAT KEKASIH"

Letakanlah megahnya Safa di atas pundakmu lalu Marwah di sebelahnya,
pergilah pada kekasihmu yang menunggumu setabah Ibrahim.

Bimbinglah kekasihmu menyinggahi lima benua,lalu merasuk kedalamnya palung samudra,hingga jadilah kekasihmu setegar Fatimah.

Yerusalem! Kenalkanlah pada kekasihmu jejak-jejak yang melekatinya dan beritakan pada kekasihmu akan romansa yang menunggangi Madinah.

Wujudkanlah cinta pada kekasihmu dalam terangnya Mekah yang menjadikannya memiliki keutamaan Khadijah lalu menempatkan kedudukanmu di sisi Muhammad.

Kelak kekasihmu akan memilihmu karena kebaikan akhlaqmu dan kau menentukan kekasihmu sebagai bahtera doa untuk menuju Firdaus.

Namun sebelumnya kau akan terguling di dalam lembar Badar dan kekasihmu terkapar dalam ngilunya Uhud. Maka,merangkaklah menuju Nabawi,lalu mengadulah di pangkuan Aqsha dan kumandangkan panggilan pada kekasihmu dalam keterjagaan Masjidil Haram,hingga serambi Arafah kembali mempertemukanmu lalu bernaunglah kalian dalam kasih Ar-Rahman Ar-Rahim.


"SURI TELADAN CINTA"

Kekasih !
Ikutlah bersamaku
menuju sudut-sudut kota, menggubah nada pilu dan merangkai klausa syair kedamaian.

Aku ingin mencintaimu dengan manfaat,seperti Ummu kultsum yang menguak jeritan bayi. Sentuhlah lembutnya embun dengan ujung mahkota
dan tumitmu,jadilah bait ketabahan bagi puisi ketenanganku.

Meski aku tak menjadikanmu bidadari yang menyerupai manusia,biarlah anggun kesabaran Az zahra meliputi paras rupawanmu.

Kemelut prahara
yang kelak mengamuk, merobek jantungmu dan mengacak-acak tulisanku.
Berpeganglah senantiasa dalam kasih,kembangkan sayap asamu menghampiri dimensi ruang bisu dan melesat dalam langit sendu, seperti keberanian Hafshah yang mengantarnya pada keberkahan cinta.

Kekasih!
Belajarlah menjadi manfaat,bukan kepintaran yang menyesatkan. Karena aku akan melindungimu seperti Usman menjaga Ruqayyah dan menyayangimu dalam pokok barisan senandung Salman.


"MAHLIGAI MALAM"

Wajah malam-malamku
seperti biasa, namun bagiku auranya sangat istimewa dan rupawan.

Aku tak pernah menunggu atau mencarinya,karena dia seperti kesepian kekasih yang tulus mempersembahkan kehangatan tubuhnya dan kemesraannya mewakili salam rindu lentera di batas desa.

Di ujung buritan bahtera zaman ini aku berada, bercengkrama dalam geladak pilu reruntuhan renta.
Malam selalu setia mengunjungiku dan membawakanku keranjang berisi air untuk kuminum dan kue beraneka rasa.

Merupakan hasil jerih payah tatkala dia menjelma menjadi pengembara yang berkulit legam penuh keringat bercucuran. Malam-malamku bagaikan gadis tetangga yang sangat pemalu.

Jika kesedihan membiusku, dia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Ketika tawa meriahku membumbung tinggi ke angkasa,dia hanya menunduk, menyingkap rambutnya dan mengikatnya.

Sungguh anggun wujud malam-malamku, sentuhannya yang lugu melukiskan syarat Jonggrang dan mengukir hasrat Bondowoso.


" Kasmaran Niskala "

Mestinya tak kuturuti rayuanmu, mengikuti ujung terjauh gaunmu.
Jika ternyata itu hanya bayangan yang menggiringku melintasi semak belukar,menebas kegetiran dan memerangi kedunguan.

Sementara jiwaku berada dalam kebutaan dan yang kutemukan wujudmu terbatasi puluhan dinding-dinding kaca serta harapanku terbentur di batas angan-angan.

Seharusnya memang tak usah ku jemput panggilanmu,bahkan satu pun bintang tak semestinya kupetik dan kupersembahkan untukmu.
Jika hanya sejuta kemungkinan yang terselip di bibir manismu kemudian menjadi sembilu yang dengan garang merobek ulu hatiku.

Aku mendengar lirih ketukan jemarimu pada pintu kalbuku, tanpa kata juga salam dan hanya nuansa bisu kutemukan dalam keabstrakanmu.

Apa kau lihat darah menoreh di wajahku, seperti tumbal aib kegilaan. Kepalaku bertengadah tertindih tambun beban ingatan yang senantiasa menjurus pada gambaranmu di kubah cakrawala.

Namun kini aku tahu,bahwa kau hanya ingin menuang anggur dalam hening cangkir kesendirianku, membiarkanku hanyut kepayang lalu mengacuhkanku dalam kesombonganmu.


" Jika Kau Harus Memilih Antara KEKASIH ? Dan AGAMAMU ! "

Jika kau harus memilih antara KEKASIH dan AGAMAMU.

Pilihlah kekasih yang beragama dan karena akhlaqnya.
Cintailah dirinya karena keutamaan syurga yang menjadi alasan dan balasanya.

Jagalah hatinya dengan iman yang karenanya nanti akan bernyanyi gunung-gunung serta lautan dan kepada kekasihmu nanti di bukalah seluruh pintu syurga untuknya memilih dari mana dia masuk.

Pilihlah agamamu yang memuliakanmu dalam cinta,menjadikanmu pengasih,yang jika dirimu tak dicintai maka kau akan mencintai.

Yang mengajarimu seperti Aisyah dan Asiyah lalu bagi keduanya nampaklah kesejukan syurga.


" Ramadhan al fatih "
http://syiar-syairku.mywapblog.com/
Ditulis oleh Lukas Gentara, Friday, March 30, 2012 - Rating: 4.5
Judul : Puisi-Puisi Ramadhan al Fatih
Deskripsi : "CINTA NASEHAT KEKASIH" Letakanlah megahnya Safa di atas pundakmu lalu Marwah di sebelahnya, pergilah pada kekasihmu yang menun...

Bagikan ke

Facebook Google+ Twitter
Newer Post
Older Post
Home

Gabung Di Facebook

Puisi-Puisi Terbaru Tahun 2013

Puisi-Puisi Populer Tahun 2013

Penikmat Puisi

Puisi Alam (8) Puisi Ayah (11) Puisi Bahasa Inggris (2) Puisi Bosan (1) Puisi Cinta (42) Puisi Cinta Patah Hati (3) Puisi Cinta Pendek (1) Puisi Cinta Romantis (13) Puisi Cinta Sedih (17) Puisi Cinta Sejati (13) Puisi Curahan Hati (1) Puisi Doa (3) Puisi Galau (9) Puisi Gundah (1) Puisi Harapan (21) Puisi Hati (3) Puisi Ibu (23) Puisi Indah (6) Puisi Indonesia (3) Puisi Islami (13) Puisi Jatuh Cinta (12) Puisi Kebimbangan (2) Puisi Kecewa (6) Puisi Kehidupan (31) Puisi Kehilangan (6) Puisi Kenangan (25) Puisi Keren (1) Puisi Kesetiaan (2) Puisi Lucu (1) Puisi Luka (1) Puisi Malam (4) Puisi Mimpi (5) Puisi Motivasi (2) Puisi Musik (1) Puisi Pagi (1) Puisi Pahlawan (6) Puisi Pantai (2) Puisi Patah Hati (22) Puisi Penantian (14) Puisi Pendek (6) Puisi Pengorbanan (1) Puisi Penyesalan (4) Puisi Perasaan (2) Puisi Perjalanan (1) Puisi Perjuangan (2) Puisi Perpisahan (12) Puisi Persahabatan (15) Puisi Remaja (1) Puisi Renungan (3) Puisi Resah (3) Puisi Rindu (20) Puisi Romantis (15) Puisi Sahabat (7) Puisi Sakit Hati (11) Puisi Sedih (20) Puisi Sepi (10) Puisi Sore Hari (1) Puisi Suami Istri (1) Puisi Ulang Tahun (1) Puisi Wanita (2) Puisi untuk Kekasih (6)
Copyright © 2012 Puisi.Gen22.Net - All Rights Reserved | Versi Mobile
Design by Mas Sugeng - Powered by Blogger